Tari Piring berasal dari Sumatera
Barat, tepatnya di Solok. Pada awalnya,
tari piring dilakukan oleh perempuan dan laki-laki untuk membawakan sesembahan
kepada para dewa sebagai wujud rasa syukur atas masa panen yang memberikan
hasil sangat memuaskan. Mereka menari dengan sangat lincah sembari memegang
piring-piring di telapak tangannya. Terdapat tiga jenis variasi gerakan dalam
seni Tari Piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang
(bergelombang), dan aka malilik (akal melilit).
Gerakan pada tari piring:
§ Gerak pasambahan; gerakan yang dibawakan oleh
para penari pria ini adalah gerakan pembuka tari piring. Gerakan ini memiliki
makna sebagai wujud syukur kepada Allah swt dan bentuk permohonan penari pada
para penonton yang menyaksikan, supaya tidak merusak jalannya pertunjukan
§ . Gerak singanjuo lalai; gerakan yang
dibawakan oleh para penari wanita ini sangat lemah lembut melambangkan suasana
pagi yang sejuk
§ . Gerak mencangkul; gerakan tari piring yang
menceritakan sekumpulan petani yang tengah mengolah tanah sawahnya.
§ Gerak menyiang; gerakan ini menceritakan
aktivitas para petani saat tengah menyiangi atau membersihkan rerumputan di
sawah mereka.
§ Gerak membuang sampah; gerakan ini
menceritakan kegiatan para petani yang tengah membuang sisa-sisa sampah hasil
menyiangi yang ia lakukan sebelumnya. Gerak menyemai; gerakan ini menceritakan
para petani yang tengah menyemai benih padi yang akan ditanam.
Sumber : http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/09/tari-piring-asal-usul-sejarah-kostum-gerakan.html
Seni tari piring saat ini sudah berubah semenjak datangnya agama islam di Minangkabau tari piring tidak lagi untuk persembahan para dewa, tapi ditujukan untuk hiburan yang biasanya dihadiri oleh para raja atau para pembesar negeri, tari piring juga dipakai dalam acara keramaian lain misalnya seperti pada acara pesta perkawinan.
Sumber : http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-tari-piring/

0 Comment "TARI PIRING"
Posting Komentar