TARI SAMAN




Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh 17 orang penari dengan ketentuan sebagai berikut.
• Penari nomor 9 disebut Pengangkat.
  Pengangkat merupakan tokoh utama dalam tari Saman. Ia menentukan gerak tari sambil melagukan syair-syair.
• Penari nomor 8 dan 10 disebut Pengapit.
  Pengapit merupakan tokoh yang membantu pengangkat, baik dalam gerak tari maupun syair yang dilagukan.
• Penari nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit.
  Penyepit merupakan penari biasa yang mendukung gerak tari yang diarahkan oleh Pengangkat.
• Penari nomor 1 dan 17 disebut Penupang.
  Penupang adalah penari yang berada di paling ujung kiri dan kanan. Selain berfungsi menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus.

Kostum atau saman pakaian khusus dibagi tiga bagian, yaitu :
  • Kepala: teleng bulung atau tengkuluk kain kotak hitam dasar. Dua aspek disulam dengan benang seperti baju, mengedit kepies.
  • Pada gaun pokok / kemeja: kerawang (black dress dasar, benang bordir putih, hijau dan merah, dengan pinggang bordir bagian kedawek dan kekait're gaun pendek) celana dan sarung tangan kain.
  • Di tangan: topeng gelang, saputangan. Begitu juga halnya dalam penggunaan warna, secara tradisional mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas pemakainya. Warna-warna mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, kekuatan, keberanian dan harmoni.


0 Comment "TARI SAMAN"

Posting Komentar

Thank you for your comments